Searching...
August 02, 2017

lame diary: lame weather

Aug 1st, 2017, bandung is sunny and cold as usual. also, i miss you.


mungkin itu kalimat pembuka kalau kemarin aku tulis surat buat kamu. sedih ya, kita tau bandung dingin seperti biasa tapi gak bisa apa-apa juga karena kita di tempat yang berbeda. ah apalah bandung ini, masih saja dinginnya satu paket dengan kenangan.

bandung yang dingin ini kenangannya tak main-main. tidak tebang pilih kapan akan dikenang dan apa yang akan dikenang. kalau bandung mau, bisa saja di pinggir jalanan di luar rumah kostan aku diingatkan tentang kamu yang memeluk dari sebelah kasur dalam bedcover yang hangat. sungguh tak punya pilihan.

hmm kenangan ya...

kenangan mana tentangmu yang telah ku buang? aku tak punya tempat sampah di bilik otakku. hanya ada gudang-gudang dengan isi kenangan yang tertata rapih, selalu mudah untuk diambil dan disimpan kembali. gudang-gudang ini selalu terisi kenangan, pemiliknya tak ingin membuang satupun kenangan.

ada satu gudang yang tersendiri, terletak di pojok, lalu pintunya selalu terbuka tak ingin dikunci. gudang ini berisi kenangan konyol: kenangan pada ruang tidur yang selalu kipas anginnya menyala, kenangan pada tempat tidur yang jarang tertata, kenangan pada malam dingin dimana kita berkelana.

ruang tidur itu bukan ruang tidur terbaik yang kamu punya; aku yakin ruang tidur milikmu jauh lebih baik dari yang ini. ruang tidur ini cukup untuk kita berdua, bahkan masih sisa jika ada piaraan yang mau tinggal disana.  ruang tidur tersebut juga tempat kita melakukan kegiatan yang hampir tak ada batasnya, dari makan hingga sekedar menguji kepandaian memotong dan menyusun kertas menjadi hiasan.

tempat tidur itu bukan tempat tidur terbesar yang pernah kamu tiduri; aku percaya semua tempat tidur terasa lega karena badanmu yang mungil. tempat tidur ini kita tiduri berdua, pagi siang maupun malam meskipun kadang kita memilih untuk tidak memejam mata hingga selalu menajdi hal biasa kalau tempat tidur ini tidak tertata. tempat tidur tersebut banyak cerita, tawa, lara, juga air mata: tempat tidur ini lebih baik dari buku manapun dalam bercerita.

di malam dingin kita berkelana seolah buana hanya milik kita. malam dingin membantu kita mengingat bahwa kehangatan itu dekat tak seperti matahari. malam dingin dimana masalah yang kita pecahkan hanyalah akan makan apa kita. malam dingin inilah waktu dimana kita enggan menutup mata untuk saling bercerita.

gudang ini masih terbuka dan anak kuncinya entah lupa diletakkan dimana. mungkin gudang ini akan selalu terbuka barangkali akan ada kenangan yang akan ditambahkan. mungkin gudang ini sengaja dibuang anak kuncinya.

lagipula, pemiliknya tak punya tempat sampah

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to top!