Searching...
July 30, 2016

Lame diary : lame time

You know, I really like this watch. Karena apa? Jam ini sama persis kaya jam Gadang yang ada di kota Padang.

Istimewanya jam gadang itu bukan karena ada di kota padang, juga bukan karena yg bikin itu Nabi, Pope, Sunan,  atau semacamnya. Jam gadang terkenal gara-gara angka 4 yg pake Roman numeral, aturan ditulis IV tapi sama yang bikin dibuat IIII.

Just like this watch, it is indeed special.

Jangan bahas soal merk, kalo misal ada pun ane juga bakal beli barang yang gak ada merk nya. Because people are so judgemental, merk barang apa aja pasti dinilai ama orang dah. Lah cuma tulisan atau gambar doang padahal, tapi ya gitu sih orang-orang tuh. Moreover, this watch is a gift.

Ah, kado...

25 taun ane idup yah (lel I'm younger than you), ane udah observasi di banyak tempat dan banyak kesempatan soal perkadoan. Rata-rata orang yang kasih kado itu gak terlalu mikirin banyak seberapa berharga nanti kado yang dia kasih. Penerima kado malahan yang lebih mikirin seberapa berharga kado yang dia terima. Sumpah dah ga boong.

Ente bisa aja kasih kado bolpen biasa ke orang lain, tapi yang nerima bakalan mikir itu bolpen kaya legendary item macem Masamune sword di Final Fantasy. Orang yang nerima bakal mikir, like, wow, it's a fucking fabulous pen, where did you get this? I will humbly accept this nobility. Apalagi kalo kasih kadonya ikhlas banget, wah jaminan deh bakalan lebih dihargai.

As for me (curhat ceritanya), kado yg paling bagus paling fabulous yang pernah ane kasih ke orang lain itu waktu. A poor guy, like me, with sophisticated budgeting and planing in every aspect of his life, cannot afford to buy shit like jewels and fancy things. Pernah satu waktu ane kasih kado kabel ke temen ane. What kind of fucking dumb ass could possibly ngado kabel coba. Punya temen macem ane itu kadang resiko nya ya itu, I can get seriously dumb.

You wanna know why ngado paling bagus yg pernah ane kasih ke orang lain itu waktu? Well, waktu itu sesuatu yang Ente gak bisa ambil lagi. Sesuatu yg cuma bisa dirasakan sama yang terima. Sesuatu yang cuma bisa dikasih satu kali aja, dan yg pasti gak bisa dibeli dimana-mana. Dan pastinya, bukannya bagus kasih sesuatu yang bisa dikenang sama orang lain? You literally give that person a memory by being part of her/his life.

Endingnya kok baper? 

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to top!